30.11.14

HIJRAH DAN KULTUS INDIVIDU

Oleh : Cak Nun

Tidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia ini yang tidak bersifat hijrah. Seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolah sunyi abadi: ia tetap berhijrah dari jengkal waktu ke jengkal waktu berikutnya.

Orang jualan bakso menghijrahkan bakso ke pembelinya, dan si pembeli menghijrahkan uang ke penjual bakso. Orang buang ingus, buang air besar, melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja, adalah hijrah.

Inti ajaran Islam adalah hijrah. Icon Islam bukan Muhammad,melainkan hijrah. Muhammad hanya utusan, dan Allah dulu bisa memutuskan utusan itu Darsono atau Winnetou, tanpa ummat manusia men-demo Tuhan kenapa bukan Muhammad. Oleh karena itu hari lahirnya Muhammad saw. Tidak wajib diperingati. Juga tidak diletakkan sebagai peristiwa nilai Islam. Hari lahir Muhammad kita ingat dan selenggarakan peringatannya semata-mata sebagai peristiwa cinta dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya melaksanakan perintah Tuhan.

12 Rabiul Awal bukan hari besar Islam sebagaimana Natal bag ummat Kristiani. Sekali lagi, itu karena Islam sangat menghindarkan ummatnya dari kultus individu. Wajah Muhammad tak boleh digambar. Muhammad bukan founding father of islam. Muhammad bukan pencipta ajaran, melainkan pembawa titipan. Tahun Masehi berdasarkan kelahiran Yesus Kristus, sementara Tahun Hijriyah berdasarkan peristiwa hijrah Nabi, yang merupakan momentum terpenting dari peta perjuangan nilainya.

Kesadaran hijriyah menghindarkan ummat dari penyembahan individu, membawanya menyelam ke dalam substansi ajaran -- siapa pun dulu yang diutus oleh Tuhan untuk membawanya. Hijrah adalah pusat jaring nilai dan ilmu. Dari gerak dalam fisika dan kosmologi hingga perubahan dan transformasi dalam kehidupan sosial manusia. Manusia Muslim tinggal bersyukur bahwa wacana dasar hijrah sedemikian bersahaja, bisa langsung dipakai untuk mempermatang cara memasak makanan, cara menangani pendidikan anak-anak, cara mengurus organisasi dan negara.

Hijrah Muhammad saw. dan kaum Anshor ke Madinah, di samping merupakan pelajaran tentang pluralisme politik dan budaya, juga bermakna lebih esoterik dari itu.

Peristiwa Isra' Mi'raj misalnya, bisa dirumuskan sebagai peristiwa hijrah, perpindahan, atau lebih tepatnya transformasi, semacam proses perubahan atau 'penjelmaan' dari materi ke (menjadi) energi dan ke (menjadi) cahaya.
Sebenarnya sederhana saja. Kalau dalam ekonomi: uang itu materi, kalau diputar atau digerakkan atau 'dilemparkan' maka menjadi enerji. Itu kejadian isro' namanya. Tinggal kemudian enerji ekonomi itu akan digunakan (dimi'rajkan) untuk keputusan budaya apa. Kalau sudah didagangkan dan labanya untuk beli motor: motornya dipakai untuk membantu anak sekolah atau sesekali dipakai ke tempat pelacuran.

Di dalam teknologi, tanah itu materi. Ia bisa ditransformasikan menjadi genting atau batu-bata. Logam menjadi handphone, besi menjadi tiang listrik, atau apapun. 

Tinggal untuk apa atau ke mana mi'rajnya.
Peristiwa isro' bergaris horisontal. Negara-negara berteknologi tinggi adalah pelopor isro' dalam pengertian ini.

Pertanyaannya terletak pada garis vertikal tahap mi'raj sesudahnya. Kalau vertikal ke atas, berarti transform ke atau menjadi cahaya. Artinya produk-produk teknologi didayagunakan untuk budaya kehidupan manusia dan masyarakat yang menyehatkan jiwa raga mereka dunia akhirat. 
Kalau garis vertikalnya ke bawah, berati transform ke atau menjadi kegelapan. Mesiu Cina diimport ke Eropa menjadi peluru, meriam dan bom. Kita bisa dengan gampang menghitung beribu macam produk teknologi isro' pemusnah manusia, perusak mental dan moral masyarakat.

Dalam pengertian umum dan baku selama ini, Isra' Mi'raj selain merupakan peristiwa besar dalam sejarah, namun pada umumnya berhenti sebagai wacana dongeng, dan belum digali simbol-simbol berharganya atas idealitas etos tranformatif.

Dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan rumus di atas, segala sesuatu yang menyangkut kehidupan manusia-baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan sebagainya-terjadi secara berputar membentuk bulatan. Yang sehari-hari sajapun: badan kita (materi), tentu, jika tidak diolah-ragakan (dienergikan), mengakibatkan tidak sehat. Tidak sehat adalah kegelapan.

Setelah badan kita sehat dan menyehatkan, lantas dipergunakan untuk kegiatan yang baik, yang memproduk cahaya bagi batin kehidupan kita, serta bermanfaat seoptimal mungkin bagi sesama manusia dan alam-lingkungan.

13.11.14

Captain Phillips, Adaptasi yang Sukses

Sinopsis Film Captain Phillips

Captain Phillips adalah cerita yang diambil dari pembajakan kapal AS Maersk Alabama oleh bajak laut Somalia pada 2009. Pada waktu itu hubungan antara Kapten kapal Alabama Richard Phillips (Tom Hanks) dengan rekan Somalia-nya, Muse (Barkhad Abdi) tumbuh secara intensif. Berlokasi di lepas pantai Somalia, dua orang ini menyaksikan orang yang dikorbankan untuk kepentingan ekonomi tanpa bisa berbuat apapun.

Pengalaman Kapten Phillips yang menakutkan karena kapalnya dibajak merupakan material yang sempurna untuk sebuah film menegangkan. Paul Greengrass beruntung mempunyai screenplay yang baik yang merupakan adapatasi dari buku yang ditulis sendiri oleh Kapten Phillips. Karakter ini dimainkan secara seimbang oleh Hanks, dia bisa menunjukkan keberanian tanpa harus menjadi terlalu heroik.

Rekontruksi pembajakan dikerjakan secara hati-hati dan sukses menjelaskan bagaimana sedikit orang dengan senjata sanggup membajak sebuah kapal yang amat besar. Tidaklah mudah memang, tapi kapal besar yang tidak memiliki sistem pertahanan memang merupakan target empuk di tengah lautan lepas. Para pembajak kemudian meminta tebusan dalam jumlah yang keterlaluan karena menganggap kapal-kapal Barat telah lama merampok kekayaan laut mereka. Sekilas aksi mereka bisa "dibenarkan" dalam konteks mencari keadilan tetapi Greengrass amat pintar. Dia tidak memberikan justifikasi moral pada pembajak Somalia dan mempertahankan Kapten Phillips sebagai the good guy.

Aktor-aktor Somalia bermain luar biasa dan kehadiran mereka merupakan kekuatan mendalam dalam film, yang dibangun dengan kronologi yang ketat. Lumayan layak tonton untuk mereka yang suka film menegangkan.
Sutradara: Paul Greengrass
Penulis: Billy Ray
Pemain: Tom Hanks, Barkhad Abdi, Barkhad Abdirahman

12.11.14

PEMBUNUH dan PENYEMBELIH

Seusai mengaji Al-Qur’an bersama, disebuah surau, terdengar suara Pak Guru berbicara tentang keburukan kepada murid-muridnya.

“Kenapa dalam kenduri tadi malam tak kita sebut Fulan membunuh ayam, melainkan Fulan menyembelih ayam? Kenapa Fulan tidak disebut pembunuh, melainkan penyembelih?”

“Karena kebaikan dan keburukan itu bentuk pekerjaanya bisa sama, tetapi berbeda perhubungan nilai dan haknya. Kalian menggenggam sebilah pedang, kemarin kalian menebaskannya ke dahan pohon, hari ini ke leher seseorang. Yang kalian lakukan semata mata menebaskan pedang, tetapi pada tebasan yang kedua, kalian menghadirkan sesuatu tidak pada tempatnya dan tidak pada haknya.”

“Selembar kertas yang bersih kalian hamparkan di atas lantai rumah yang bersih: kertas itu menjadi kotoran pada lantai. Demikian pula jika kalian tidur di tengah jalan raya, sembahyang subuh di siang bolong, atau menyanyikan lagu keras-keras di rumah sakit. Keburukan adalah kebaikan yang tidak diletakkan pada ruang dan waktunya yang tepat.”

“Makan gulai itu baik dan bergizi, tapi ia menjadi kejahatan jika kalian lakukan tanpa berbagi dengan seseorang yang kelaparan yang pada saat itu berada dalam jangkauanmu.”

“Mengucapkan kata-kata, mengungkapkan pengetahuan atau menuturkan ilmu; betapa mulia. Tetapi pada keadaan tertentu yang kalian ucapkan adalah dusta. Jadi mengucapkan (pada menuturkan ilmu) dan mengucapkan (pada berkata dusta) itu berbeda (walaupun sama-sama berkata-kata/mengucapkan sesuatu) seperti perbedaan antara surga dan neraka.”

“Mengambil air di sumur, mengambil bebuahan di ladang atau mengambil uang disaku; baik itu adanya. Tetapi sumur siapa, ladang siapa dan saku siapa: itulah yang menentukan apakah kalian mengambil ataukah mencuri.”


11.11.14

Konsep Teologi Sepeda Hilang

Pada suatu pagi, sekitar 15 tahun yang lalu, sepeda pancal alias sepeda onthel saya hilang dari rumah kontrakan saya. Tentu diambil oleh salah seorang dari anak-anak muda sekitar sini. Banyak dari mereka pengangguran, dan lagi rumah ini memang dekat dengan pasar.
Sebagai manusia normal, saya marah. Tapi terus terang ini tidak konsisten dan tidak rasional. Rumah ini memang tak pernah dikunci. Setiap orang gampang sekali membuka pintu yang sebelah manapun dan mengambil apapun. Jadi, kalau sepeda hilang, itu logis dan realistis.
Tapi saya tak peduli. Saya ke depan rumah, berdiri bertolak pinggang menghadap ke arah pasar, dan berteriak: “Kalau sepeda saya tidak kembali sampai nanti sore, saya tidak bertanggung jawab kalau ada orang pengkor satu kakinya, cekot sebelah tangannya, atau pethot mulutnya”.
Orang-orang di sekitar kaget dan terkesiap sejenak. Tapi saya segera masuk rumah dan tidur lagi.
Tak disangka tak dinyana, ketika siang belum sempurna, pintu depan diketuk berulangkali. Saya nongol, seorang anak muda berpakaian butut berdiri dengan wajah ketakutan dengan sepeda berdiri terjagang di sebelahnya.
Ketika saya menatapnya, ia menunduk. “Kenapa kamu?” Saya bertanya.
“Maaf, Cak…” ia menjawab tersendat, “saya yang mencuri sepeda Sampeyan. Saya minta maaf. Sekarang saya kembalikan….”
“Lho, kenapa kamu kembalikan?” Saya bertanya lagi.
“Saya dengar dari orang-orang bahwa Sampeyan marah….”.
“Tapi kan kamu butuh sepeda?” Saya kejar terus.
“Iya, siih….”
“Untuk apa sepeda?”
“Tempat kerja saya jauh sekali. Kalau saya jalan kaki, kejauhan. Kalau saya pakai angkutan, gaji saya jadi terlalu sedikit….”
“Jadi kamu butuh sepeda?”
“Ya, Cak”
“Ya sudah, kamu bawa saja sepeda ini,” kata saya, “sekarang sepeda ini sudah halal kalau kamu bawa. Saya sudah ikhlas, kamu sudah tidak berdosa. Dan, Insya Allah, kalau yang kamu pakai adalah barang halal, rejekimu akan berkah. Kalau tadi, karena kamu mencuri, maka kamu berdosa, dan saya kamu tindas. Kamu dikutuk Tuhan, saya tidak mendapat apa-apa kecuali kemarahan. Sekarang semua sudah halal dan baik. Silakan pakai, semoga Allah menambah rezekimu dan meringankan hidupmu.”
Dia bengong. Saya masuk rumah dan kembali tidur.
Dengan dua macam lalu-lintas pindahnya suatu barang dari dan ke subyek yang sama, nilainya menjadi berbeda. Kalau saya memakai kalkulasi ekonomi dunia, maka saya rugi kehilangan sepeda. Maka saya pakai teologi manajemen dunia akhirat, sehingga beralihnya sepeda saya ke tangan anak itu tidak membuat saya kehilangan. Malah saya laba banyak, bukan hanya pahala di akhirat, tapi Allah juga menjanjikan rezeki berlipat ganda, entah berupa apapun, terserah Dia saja. pokoknya la in syakartum la ‘azidannakum.
Saya ini hampir selalu dikeluarkan dari setiap sekolah yang pernah saya masuki. Jadi saya ini bukan kaum terpelajar, baik di sektor Salafiyah dan Kitab Kuning, maupun di sektor persekolahan modern. Jadi saya tidak tahu banyak mengenai banyak hal. Tetapi dengan segala keawaman itu saya haqqul yaqin dan ‘ainul yaqin bahwa apa yang saya pahami, sikapi, dan lakukan dalam hal sepeda itu adalah konsep teologi Islam.
Apapun saja yang saya lakukan di muka bumi ini, sejak pagi hingga pagi berikutnya, ketika berada di timur atau barat, tatkala berjaga, atau mengantuk, sebisa-bisa saya tumbuhkan di atas kesadaran dan konsep teologi yang segamblang-gamblangnya.
Kalau saya menjumpai sebatang kayu melintang, saya sisihkan ke pinggir supaya tidak menyandungi orang lewat. Kalau mungkin, saya akan pakai ia untuk menyangga sesuatu atau untuk apapun yang bermanfaat. Konsep teologi saya ada lah bahwa segala yang di depan saya itu merupakan amanat Allah untuk saya Islamkan. Di-Islamkan artinya diubah dari kemubaziran atau kemudharatan menjadi kegunaan dan kemashlahatan.
Ingatan, kesadaran, dan formula konsep teologi itu harus terus-menerus saya cari, saya pahami, dan saya terapkan. Dan itu berlaku untuk pekerjaan yang kecil maupun yang besar. Untuk soal rumput di halaman rumah sampai soal pekerjaan sejarah besar yang menyangkut kebudayaan masyarakat.
Saya menyuapi mulut saya dengan nasi tidak karena saya ingin makan, melainkan karena saya wajib memelihara kesehatan badan yang dimandatkan oleh Pencipta saya. Saya mencangkuli tanah dan menanam sesuatu bukan sekadar karena saya menyukai keindahan, melainkan juga karena saya bersyukur dan takjub: kok ya ada di dalam hidup ini yang namanya tanah, kesuburan, serta biji yang kalau ditaruh di situ lantas tumbuh dengan penuh keajaiban.
Saya berangkat tidur pada jam tertentu bukan karena saya ingin menikmatinya, tapi karena saya wajib bergabung ke dalam irama sunnatullah yang menyangkut badan dan jiwa saya. Saya bersedia pulang ke rumah hanya beberapa hari dalam sebulan dan selebihnya diatur orang banyak untuk berada di berbagai tempat dan melaksanakan kemauan mereka, bukan karena itu karir saya atau profesi saya, karena saya tidak punya karir dan tidak peduli profesi.
Saya lakukan itu semua karena, pertama, saya ini aslinya tidak ada, kemudian Allah mengadakan saya, ia satu-satunya yang berhak atas saya, dan karena itu segala yang saya lakukan bergantung pada kemauan-Nya. Saya diberi wewenang oleh-Nya untuk berkemauan, tapi saya tidak pernah percaya bahwa kemauan saya atas diri saya dan dunia ini akan pernah lebih baik dibanding kemauan Tuhan atas diri saya dan dunia ini. Oleh karena itu saya tidak berani melepaskan apapun sampai yang sekecil-kecilnya dan seremeh-remehnya, dari pencarian pengetahuan tentang apa yang kira-kira dimaui oleh Sang Konsultan Agung Allah SWT itu.
Kalau saya punya iradah, harus saya sesuaikan dengan amr-Nya. Terkadang cocok, terkadang tidak. Terkadang benar, terkadang salah. Tapi, apapun yang terjadi, iradah itu harus saya lakukan dengan menggunakan qoul-Nya supaya produknya adalah kun fayakun. Saya tidak banyak mengerti ilmu di alam semesta ini. Jadi hanya itulah yang saya pahami sebagai konsep teologi.
Maka, sebab kedua, orang-orang yang memintaku untuk melakukan segala macam pekerjaan itu — ya kesenian, ya keagamaan, ya politik, ya ekonomi, ya pengobatan, ya konsultasi kejiwaan,ya segala macam jenis partisipasi dan sumbangan sosial — tidak bisa saya yakini bahwa kemauan mereka itu benar-benar terlepas dari kemauan Tuhan. Saya harus berspekulasi dan bersangka baik bahwa mereka adalah penyalur amanat Tuhan kepada saya.
Jadi, apa saja, dari makan rujak sampai bikin ABRI, tidak berhak dilakukan oleh manusia yang memiliki hubungan vertikal total dengan Allah — tanpa memberangkatkannya dari ingatan, kesadaran, dan konsep teologi yang jelas.
Dengan kata lain, tak perlu menunggu mau bikin partai Islam dulu baru berpikir tentang konsep teologi. Bikin mesjid, bikin perusahaan, bikin Golkar, bikin negara, bagi orang yang ber-Tuhan, ada keberangkatan dan titik tuju teologisnya.
Ketika berpakaian sekular, ketika berbusana Muslim, ketika berformalisme Islam, ketika berkultur-kultur Islam, ketika Islam formal dipakai atau disembunyikan, ketika Islam diletakkan di kultur thok, atau juga di politik resmi, semua terikat pada penyikapan teologis. Apalagi yang namanya Partai Islam, harus terutama dilihat secara substansial: bisa saja namanya Partai Daun atau Partai Kambing, tapi yang kita lihat adalah apakah substansi kerjanya Islam atau tidak. Hanya orang-orang yang tradisinya berpikir simbolik yang menyangka bahwa partai Islam hanyalah partai yang memakai nama dan kata Islam.
Kalau ada parpol yang pilar perjuangannya adalah amar makruf nahi munkar dan akhlaqul karimah, maka secara substansial ia telah bersyahadat Islam. Bahkan kalau ada parpol lain yang memperjuangkan demokrasi, kemerataan kesejahteraan, keadilan sosial, dan penghormatan atas haq asasi manusia, secara substansial ia bisa kita sebut partai Islam. Masalahnya, tinggal ditunggu proses aktualisasinya saja: konsisten atau tidak, istiqamah atau tidak.
Kalau misalnya saya sibuk dan mencemaskan berdirinya partai Islam, karena toh substansi partai-partai yang ada juga relatif sudah substantially Islam, maka berarti saya berpikir simbolik. Juga berarti saya tidak paham bahwa kalau ada anjuran tentang partai Islam formal, itu sekadar upaya pembebasan dari tradisi simbolisme: agar tidak resmi Islam ya boleh, resmi Islam ya boleh. Yang penting, substansinya Islam atau tidak.


Tidak hanya ketika saya pakai peci saya maka saya terikat oleh teologi Islam. Tatkala saya pakai kaos oblong dan menjadi gelandangan di tepi jalan pun saya terikat oleh Allah.

WhatsApp MEMICU PERSELINGKUHAN???

"Awalnya lewat pesan pendek (SMS), kemudian Facebook dan kini WhatsApp."

Kemajuan teknologi tentu saja memudahkan setiap orang untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 

Termasuk aplikasi pesan pendek berbasis internet, yang membuat kita mudah berhubungan satu sama lain.

Tapi di sisi lain, kehadiran aplikasi pesan pendek berbasis internet seperti WhatsApp rupanya memiliki dampak negatif. 
Seperti fenomena yang tengah marak di Italia.

Menurut catatan Asosiasi Pengacara Perceraian Italia, 40 persen kasus perceraian yang terjadi di negeri Pizza menggunakan percapakan via WhatsApp sebagai barang bukti.
"Sosial media mendorong pengkhianatan di Italia. Membuat perselingkuhan lebih mudah. Awalnya lewat pesan pendek (SMS), kemudian Facebook dan kini WhatsApp," kata Gian Ettore Gassani, Presiden asosiasi itu kepada Times.

Dengan aplikasi WhatsApp, mereka yang berselingkuh dapat sering berkomunikasi dengan mudah. Menjalin lebih dari satu hubungan di waktu yang sama, bahkan bisa saling bertukaran foto.
Meski begitu, Gassani memberikan peringatan untuk mereka yang doyan berselingkuh via WhatsApp. Sebab, cara seperti itu juga lebih mudah terbongkar.

"Pasangan Anda akan lebih sering curiga saat mendengar suara tanda ada pesan masuk," kata Gassani.
Di Italia, 81 persen pengguna iPhone memasang WhatsApp di ponsel pintar mereka.
WhatsApp diketahui punya lebih dari 600 juta pengguna dan aplikasi lintas platform itu sudah dibeli Facebook pada Februari lalu.
(Ism, Sumber: Mashable)

9.11.14

SEDERHANA SELALU MENGINDAHKAN

Hidup sederhana berarti membebaskan segala ikatan yang tidak di perlukan. Berbeda dengan kemiskinan, kesederhanaan merupakan suatu pilahan, keputusan untuk menjalani hidup yang berfokus pada apa yang benar-benar berarti (Al-Muhasibi, 2006). Memahami pengertian hidup sederhana tidak bisa di maknai secara sederhana, artinya hidup sederhana ini memiliki pengertian yang luas. Jika seseorang memaknai pengertian hidup sederhana secara simple maka terkesan bahwa hidup sederhana itu hidup yang apa adanya. Padahal maksud dari hidup sederhana bukan semacam itu.

Ciri-ciri hidup sederhana
Hidup sederhana bukan berarti hidup miskin atau kikir. Namun hidup sederhana adalah hidup yang di sesuaikan dengan kebutuhan dan tidak berlebihan dalam menggunakan harta yang ada. Sederhana lebih menekankan pada aspek gaya hidup bukan pada usaha yang di lakukan seseorang. Artinya usaha untuk mencapai kesuksesan tidak bolah sederhaha, tapi harus semaksimal mungkin di lakukan. Hal ini mengisyaratkan bahwa hidup sederhana adalah menggunakan hasil yang sudah di upayakan secara maksimal dengan sederhanasesai dengan kebuthan yang ada.
Berikut adalah ciri-ciri hidup sederhana
  • Hidup yang wajar, hidup sederhana adalah hidup yang tidak berlebihan dalam menggunakan harta yang di miliki. Wajar di sini juga mempunyai arti mampu menggunakan harta sesuai kebutuhan yang ada, tidak menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.
  • Cerdas. Mampu menggunakan harta dengan pertimbangan yang matang, tidak hanya berorientasi pada masa sekarang, tapi juga punya orientasi pada masa yang akan datang. Selain itu juga mampu mempertimbangkan manfaat atas barang yang di beli dan semua perilaku yang di lakukan
  • Tidak menjadikan keinginan menjadi kebutuhan. Setiap orang pasti tidak akan pernah lepas dari keinginan-keinginan, dalam hidu sederhana seseorang harus mampu mengelola keinginan secara baik, jangan sampai setiap keinginan di jadikan kebutuhan yang harus di penuhi.
Cara Berpeliku Hidup Sederhana
Di awal tadi saya sudah sedikit menjelaskan bahwa sederhan itu terkait dengan gaya hidup bukan pada usaha yang di lakukan. Untuk itu cara berperilaku hidup sederhana adalah bagaimana  seseorang menggunakan harta yang di miliki untuk mencukupi segala kebutuhan yangada secara cerdas. Berikut adalah cara hidup sederhana
  • Punya skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan
Usakan kita memiliki skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan. Pahamai benar apa yang menjadi kebutuhan pokok. Inilah skala prioritas utama kita, kebutuhan pokok ini meliputi, sandang, pangan , papan, pendidikan dan pengembangan diri.
  • Tetap bekerja keras dan berusaha
Di awal tadi di jelaskana hiduo sederhana bukanlah hidup miskin, artinya kita tataap harus melakukan usaha secara sungguh-sungguh untuk memperbaiki kulaitas hidup menjadi ebih baik dan sejahtera. Baru jika kita mendapatkan hasil dari apa yang sudah kita usahakan kita mampu menggunakan hasil itu secara sederhana, tidak bermewah-mewahan atau membelanjakan uang secara berlebihan.
Demikianlah beberapa hal yang harus kita pahami tentang hidup sederhana. Tetap semangat, tetap berusaha semaksimal mungkin, serta menggunakan hasil tersebut secara baik sesuai dengan kebutuhan yang ada itulah makna sederhana.

KETIKA MANTAN PREMAN MULAI BERIMAN

Mengawali pagi dengan bersyukur,.. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman....

10.5.14

Memberi Kritik dengan Manis

Oleh:STARNET CREW
Jika kita tahu bagaimana rasanya mendapat kritik pedas, maka pandangan kita tentu akan berubah dalam hal memberi koreksi negatif kepada seseorang. Kalau kita enggan bergaul dengan orang yang suka mengkritik dan cenderung menghakimi maka tentu orang lain pun akan punya sikap yang sama bila kita juga suka memberi kritik yang tak adil.
Seseorang yang mendapat kritik negatif bisa merasa down dan emosi atau terbentuk semakin matang tergantung pada kemampuannya dalam meresponnya. Namun seseorang juga bisa menghancurkan semangat atau membina orang lain semakin dewasa tergantung pada kemampuannya dalam memberi kritik. Setiap orang pernah mendapat atau memberi kritik. Maka mempelajari seni merespon dan memberi kritik dengan manis agar tetap bisa menjalin dan membina hubungan tetap harmonis perlu.
Tidak tertutup kemungkinan di saat-saat tertentu koreksi harus diberikan. Itu bisa dilakukan tanpa harus konfrontasi frontal yang bisa merusak hubungan. Kritik yang dilontarkan tanpa sikap hati-hati, destruktif, bukan hanya akan merusak hubungan tapi juga kepribadian pengkritik serta orang yang dikritik. Hendaknya, kalau memang harus mengkritik, tidak dilandasi sikap emosi dan perasaan subyektif.
Beberapa orang berkata yang dibutuhkan sekarang adalah cheerleader, pemanduk sorak. Sudah cukup banyak pengkritik di dunia. Akan tetapi di saat-saat tertentu koreksi sangat dibutuhkan. Maka kritik itu bisa dibungkus dalam kata-kata dan dorongan positif. Yang perlu diperhatikan pertama-tama sebelum memberi kritik adalah orang yang dikritik itu harus dihargai, apa adanya, segala usaha yang telah ia lakukan serta progresnya sejauh ini.
Tujuan kritik itu mestinya membantu, bukan mempermalukan. Karena itu, sebelum memberi kritik, periksa motif. Ini penting. Ini akan mendorong pengkritik untuk bertanya pada diri sendiri apakah saya mengkritik karena persoalan pribadi? Bila terlalu melibatkan emosi atau persoalan pribadi biasanya yang muncul biasanya adalah reaksi negatif. Sangat tidak adil bila memutuskan persoalan itu layak dikritik atau tidak hanya berdasarkan perasaan subyektif. Kritik yang baik harus memberikan dampak positif pada kedua belah pihak, pelaku dan penerima, bukan untuk membuat semangat menjadi layu dan mati.
Kemudian, saya mengkritik, apakah hanya untuk membuat saya kelihatan lebih baik darinya? Mengkritik orang lain untuk meninggikan diri sendiri merupakan bentuk pemuasan ego yang paling rendah, pertanda ketidakmampuan berkompetisi dengan sportif. Pertanda merasa tidak aman. Selain itu perhatikan juga apakah kritik itu hanya untuk mendatangkan kesenangan kepada saya? Bila ya, sebaiknya menahan lidah dulu.
Ingatlah, seperti yang dikatakan dalam sebuah buku pengembangan pribadi bahwa kita tidak perlu mendekorasi pekarangan tetangga dengan tisu kamar mandi hanya untuk membuat teras rumah kita kelihatan lebih indah. Tidak perlu meniup lilin orang lain untuk membuat lilin kita bersinar.
Beberapa pakar manajemen kepribadian mengatakan bahwa diperlukan sembilan komentar positif untuk memberi keseimbangan pada satu kritik atau koreksi negatif, (9+:1-). Agar bisa menahan lidah untuk tidak selalu memberi koreksi negatif adalah dengan semakin banyak bertanya dan mendengarkan. Semakin banyak kita berbicara (saja) semakin sedikit kita didengarkan.
Sebelum mengkritik, agar tidak menimbulkan sakit hati, tanyakan pada diri sendiri, apakah kritik ini benar-benar penting? Apakah memang harus dikritik? Sebab tidak tertutup kemungkinan kritik dilontarkan dan terlibat dalam pertarungan kata-kata, yang sebenarnya tidak perlu terjadi hanya karena kesombongan.
Lebih baik menghindari kritik sepele, yang hanya merendahkan orang lain. Orang yang suka merendahkan orang lain akan rendah. Solusinya adalah dengan melihat jauh ke depan, ke arah tujuan yang lebih besar agar perhatian tidak direcoki oleh persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Apabila persoalan itu perlu dikoreksi, kritik dan bersikaplah spesifik, to the point. Utarakan tepat ke jantung persoalan, dengan kata-kata yang tepat serta berikan contoh spesifik dan aktual. Artinya tidak perlu berkeliling ke sana ke mari â€Å“ ngalor-ngidul â€Å“ dengan persoalan tanpa pernah memberikan solusi. Jika tidak bisa bersikap spesifik, lebih baik menahan komentar. Jangan berargumen untuk kelemahan orang lain. Orang yang membeberkan persoalan dan koreksi negatif tanpa bisa menanganinya biasanya kurang dihargai, kurang kerjaan, kurang ajar.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dibutuhkan pujian tulus sebelum memberikan kritik, maka koreksi yang diberikan seharusnya bukan untuk merongrong kepercayaan diri orang itu. Maka penting sekali, sebelum mengkritik, untuk menemukan paling tidak satu bidang keahliannya kemudian puji dengan tulus, bukan pura-pura atau dengan teknik tertentu. Orang tahu apakah pujian kita itu manipulatif atau tidak.
Kredit yang diberikan harus makin menumbuhkan kepercayaan diri orang itu, meningkatkan semangatnya dan membangun rasa percaya diri yang kokoh bahwa ia punya kemampuan untuk mengatasi kekurangannya. Kritik yang baik adalah bilamana kritik itu ditanggapi dengan sikap responsif positif. Ini bisa dilakukan kalau selalu berusaha untuk tidak memberikan kritik pedas.
Prinsip pendekatan proaktif dan komunikasi empatik sangat mendesak untuk diterapkan, yaitu berusaha mengerti dahulu. Berinteraksi secara empatik bukan berarti harus setuju dengan seseorang, namun mengerti sepenuhnya orang itu, secara emosionil dan intelektuil.
Ini akan lebih efektif lagi jika tidak membandingkannya dengan orang lain. Tidak ada yang mau dibanding-bandingkan. Fokus pada individunya jauh lebih baik daripada membanding-bandingkan dengan orang lain. Berurusanlah dengan orangnya, sebab membanding-bandingkan selalu menimbulkan kekesalan, yang menghasilkan kebencian.
Orang yang dikritik rentan emosi. Dalam situasi demikian, fokus pada persoalan yang sudah ada jauh lebih baik ketimbang menciptakan masalah baru yang hanya membangkitkan emosi yang panas. Pegang dan ungkapkan fakta dengan manis untuk menghindari sikap defensif. Artinya hindari konfrontasi panas. Mengecam dan mengkritik mudah, tidak perlu banyak energi. Tapi dibutuhkan sinergi â€Å“kesabaran, kasih, sikap positifâ€Å“ untuk membuatnya kembali ke jalur dan tetap semangat.
Kritik yang konstruktif sesungguhnya adalah perpaduan koreksi kreatif-positif, melampaui masalah serta menolong orang itu untuk melihat persoalan dan menemukan pemecahannya. Memang lebih mudah mengkritik dibanding membantu mencari solusi. Tapi jelas itu bukan jalan terbaik. Akan lebih arif lagi untuk tidak mengomentari masalah kalau tidak siap menegakkannya.
Kehidupan ini harus dipandang sebagai arena koperatif, bukan kompetitif yang berujung pada kesimpulan menang-kalah. Banyak orang mengkritik dan cenderung berpikir secara dikotomi saya pintar-kamu kurang pintar, saya bisa berpakaian rapi-kamu tidak, dll. sehingga timbul sikap kamu kalah-saya menang, dan kamu mesti dikritik. Cara berpikir seperti ini pada dasarnya cacat.
Filosofi kemenangan dan pertumbuhan untuk mencapai keberhasilan bersama jauh lebih baik daripada menjadikan seseorang pecundang yang harus dikritik. Dalam buku Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Paling Efektif karya Stephen R. Covey dikatakan jauh lebih baik bila kita berusaha untuk menggapai kemenangan berdua jangka panjang ketimbang kemenangan pribadi sesaat.
Jadi, yang mesti diutamakan adalah memecahkan persoalan, bukan menghakiminya. Yang coba dihandel adalah persoalan yang dihadapai saat itu. Sebab hanya akan merusak kredibilitas bila kritik itu menjadi serangan pribadi. Tak ada yang menang dalam situasi yang demikian.
Dalam pada itu, kritik harus diungkapkan tepat pada waktunya, pada tempatnya. Kapan? Di mana? Segera setelah mengetahui sesuatu tidak beres. Kalau menunggu terlalu lama momen yang menguntungkan itu bisa hilang dan persoalan pun hanya menjadi sejarah, tanpa pemecahan.
Tepat waktu juga akan sangat menolong agar mampu tetap konsisten dengan fakta, menjaganya tidak lari ke mana-mana, serta menggunakan insiden itu sebagai kesempatan untuk menolong orang itu tumbuh. Kritik juga mestinya disampaikan langsung kepada yang bersangkutan, secara privat, bukan lewat pengeras suara. Mengkritik di depan umum cenderung hanya untuk mempermalukan, mencela, atau menonjolkan diri di hadapan orang lain.
Ada orang yang gemar mengkritik karena dia lebih suka melihat kepada orang lain dan tidak melihat pada diri sendiri. Sebelum mengkritik, ada baiknya melihat pada diri sendiri dulu sebelum melihat pada orang lain. Tanyakan pada diri sendiri, apakah saya bisa melakukan sebaik yang dia lakukan? Sebab tidak tertutup kemungkinan seseorang mengkritik orang lain dan keberhasilan yang telah dicapai pada hal dia sendiri belum tentu bisa melakukannya.
Itu sebabnya perlu melihat dari kacamata orang lain. Siapa tahu pengkritik itu sendiri sebenarnya yang perlu membuat perubahan. Tapi kalau persoalan itu memang layak dan harus dikoreksi, kritiklah dengan manis dan konstruktif serta akhiri dengan dorongan semangat. Mengkritik seseorang dengan membabi-buta tanpa pemecahan dan dorongan semangat, meninggalkannya patah semangat merupakan tindakan yang tak manusiawi.
Goethe, penyair Jerman berkata, Ã…“Koreksi melakukan banyak hal, tapi dorongan semangat melakukan lebih banyak lagi. Mengkritik orang tanpa memberi dorongan sama sekali, tanpa pujian pertanda ego yang rapuh dan selfish â€Å“ mementingkan diri sendiri.
Di saat-saat tertentu memberi kritik memang perlu. Karena itu kuasailah seni mengkritik dengan elok. Semakin dalam kita mengerti seseorang, semakin kita menghargainya, semakin hormat perasaan kita kepadanya, meskipun ia punya kekurangan. Kalau persoalan itu memang perlu dikoreksi, kritiklah dengan manis. Anda pasti bisa!
Sumber:
John C. Maxwell : Be A People Person
Yusuf Luxori : Percaya Diri; Stephen R. Covey: Tujuh Kebiasaan Manusia yang Paling Efektif.
REVIEW FILM

Cast Away (2000)


Pemain : Tom Hanks, Helen Hunt, Paul Sanchez 

Cast Away termasuk film lama, release pada tahun 2000. Tetapi bagi sebagian orang yang sudah menontonnya pasti tidak akan pernah melupakan film ini, termasuk saya. Dalam film ini, Tom Hanks berakting monolog selama sekitar 60 menit dari durasi total 143 menit. Definisi Monolog menurut Wikipedia adalah :
    "Istilah keilmuan yang diambil dari kata mono yang artinya satu dan log dari kata logi yang  artinya ilmu. Secara harfiah moolog adalah suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang atau dialog bisu untuk melakukan adegan/sketsnya. Kata monolog lebih banyak ditujukan untuk kegiatan seni terutama seni peran dan teater" 
Salut untuk Tom Hanks yang bisa melakukan monolog dengan sangat baik. Ini adalah untuk kedua kalinya saya menonton Cast Away, dan sekali lagi saya masih tetap dapat menikmati Cast Away, meskipun saya sudah mengetahui ceritanya. Chuck Noland (Tom Hanks) bekerja di sebuah perusahaan jasa pengiriman barang, FedEx. Setelah perjamuan makan malam Natal dengan keluarga dan kekasihnya, Kelly (Helen Hunt), Chuck pergi mengantarkan barang dengan penerbangan FedEx.  

Sebelum berangkat, Chuck dan Kelly saling bertukar kado Natal. Kelly memberi sebuah jam saku dengan foto Kelly didalamnya untuk Chuck. Sedangkan Chuck memberi Kelly sebuah memo, lampu hias, sapu tangan, dan sebuah kado spesial yang boleh dibuka Kelly saat tahun baru. Chuck berniat akan melamar Kelly setelah pulang nanti.

Tetapi karena cuaca buruk, pesawat yang ditumpangi Chuck jatuh di laut luas. Semua penumpang tewas, hanya Chuck yang dapat selamat dengan sekoci darurat. Chuck akhirnya terdampar di sebuah pulau yang tidak berpenghuni selama 1500 hari, sekitar 4 tahun lebih.


<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away Chuck Terdampar">
Chuck terdampar
<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away HELP">

Selama Chuck berada di pulau itulah, penonton disuguhkan akting monolog Tom Hanks. Chuck harus bertahan hidup di pulau itu dengan tidak membawa apapun, hanya pager dan jam saku dengan foto Kelly, yang keduanya juga sudah rusak terendam air. Namun, jam saku dengan foto Kelly lah yang dapat memberi semangat Chuck. Chuck sedikit terbantu dengan beberapa paket pengiriman FedEx yang hanyut dan terdampar. Chuck menemukan sepatu ice skating yang dapat dijadikan sebagai pisau, baju pesta, video vhs, beberapa dokumen, dan yang paling penting adalah sebuah bola voli yang akhirnya menjadi teman bicara Chuck selama terdampar. Chuck memberi nama bola itu sesuai merk nya, yaitu Wilson. 


<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away Wilson">
Wilson, bola voli, teman bicara Chuck selama di pulau

<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away Jam Saku Kelly">
Jam saku Kelly
Berbagai cara Chuck lakukan untuk hidup, mulai minum dari air kelapa yang jatuh, memakan ikan mentah, hingga membuat api dari ranting pohon. Chuck akhirnya harus membuat pilihan, mati di pulau itu atau berjuang untuk keluar dari pulau itu. Chuck akhirnya memilih untuk keluar dari pulau itu. Ia mempelajari arah angin setiap bulannya. Membuat sebuah rakit dari kayu, di waktu yang tepat akhirnya ia pergi dari pulau itu dengan membawa Wilson bersamanya dan sebuah paket dengan gambar sayap malaikat yang tidak dibuka oleh Chuck. Chuck merasa paket itu melindunginya selama ia terdampar. Tetapi sebuah kenyataan pahit telah menanti Chuck sekembalinya dari pulau itu. Ia harus merelakan kehilangan orang yang sangat dicintainya. 


<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away Chuck dan Buah Kelapa">



<img src="Cast Away.jpg" alt="Cast Away Chuck dan Rakit">

Film ini sungguh sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Keberadaan bola voli (Wilson) menunjukkan kebutuhan manusia akan seorang teman bicara, manusia tidak dapat hidup sendiri. Hidup itu adalah sebuah pilihan dengan masing-masing konsekuensinya. Chuck bisa saja memilih untuk tetap berada di pulau itu, dengan hidup yang tidak bermakna. Tetapi pilihannya untuk kembali justru membawa Chuck ke kehidupan yang lebih baik. Mungkin ada betulnya juga tentang kata orang-orang tua, jangan memberikan sebuah hadiah sapu tangan, karena itu menandakan perpisahan, seperti yang terjadi di film Cast Away ini.

Beberapa percakapan yang terjadi antara Chuck dengan Wilson juga sangat ringan untuk diikuti. Sangat alami. Tom Hanks seperti bercakap-cakap dengan manusia. Kabarnya dialog untuk Wilson sengaja ditulis agar percakapan tersebut terlihat alami, meskipun hanya dengan benda mati. Salah satu dari 3 bola voli yang digunakan untuk shooting, dilelang dan laku seharga 18,400$. Kru film yang tinggal di pulau itu juga melakukan cara yang sama seperti apa yang di lakukan Chuck di film. Tom Hanks juga sangat serius mendalami perannya, ia berhasil menurunkan berat badannya sehingga betul-betul tampak seperti seorang yang habis terdampar di pulau yang tak berpenghuni.   

Film yang disutradarai oleh Robert Zemeckis ini memiliki akhir cerita yang bisa dikembangkan sendiri oleh penonton, dan saya memilih akhir cerita, Chuck akhirnya menemukan cinta yang baru. 

30.4.14

Husnudzon kepada Alloh, HARUS itu.

Dapat dari percakapan di WhatsApp Keluarga
Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal besar dan ditertawai kaumnya.
Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah
memukulkan tongkatnya.
Nabi MUHAMMAD SAW pun belum tahu kalau Madinah adalah kota tersebarnya ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah.
Yang Mereka tahu adalah bahwa Mereka harus patuh pada perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yang terbaik.
Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, ALLAH telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.
BIASANYA tangan ALLAH bekerja di detik detik terakhir dalam usaha hamba-Nya.
So, Never Give Up, Make Better For the Best.
Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan,jangan kita berkecil hati.
Karena sering ALLAH mencintai kita dengan cara-cara yang kita benci.
Tetap HUSNUDZON kepada ALLAH apapun yang terjadi.
ALLAH berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH.?

THE RAID 2 BERANDAL, ONE OF THE GREATEST ACTION MOVIE EVER MADE

Written By Muhammad Yuliawan on Minggu, Maret 16, 2014 | 3/16/2014

The Raid 2: Berandal adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Film yang akan dirilis ini adalah sekuel langsung dari film hit The Raid tahun 2012. Film ini sebenarnya adalah proyek awal dari keseluruhan cerita The Raid, diumumkan tahun 2011 sebelum prekuelnya, namun baru dirilis pada 2014.

Setelah tayang perdana di Festival Film Sundance, 21 Februari 2014, dan film pembuka festival film dalam ARTE Indonesian Arts Festival 2014. film The Raid 2: Berandal akhirnya diumumkan akan tayang serentak di Indonesia dan Amerika Serikat pada tanggal 28 Maret 2014.

Iko Uwais akan berperan kembali sebagai Rama, perwira pemula satuan senjata dan taktik khusus sekaligus seorang calon ayah. Selain itu, film ini juga dibintangi Alex Abbad, Julie Estelle, Roy Marten, Tio Pakusadewo, Arifin Putra, Cecep Arif Rahman. Aktor mancanegara dari Jepang seperti Ryuhei Matsuda, Kenichi Endo, dan Kazuki Kitamura juga ikut bergabung dalam film ini.
Sinopsis Film The Raid 2: Berandal
RAMA (Iko Uwais) adalah seorang polisi baru yang meninggalkan ISA, istrinya yang tengah hamil tua untuk melakukan tugas berbahaya.

Setelah berhasil mempertahankan dirinya dari 30 lantai apartemen milik raja gembong narkotik TAMA, RAMA direkrut oleh BUNAWAR, kepala polisi yang dikenal jujur dan mempunyai reputasi yang bersih, sebagai polisi yang menyamar.

Di dalam penjara tersebut RAMA bertemu dengan UCO, anak laki‐laki BANGUN, seorang bos gangster yang sangat terpandang. UCO memiliki mimpi dan ambisi yang terlalu besar untuk dirinya. Awalnya UCO berniat untuk memusnahkan RAMA, namun keadaan berubah ketika RAMA menyelamatkan nyawanya dari serangan orang‐orang terpercayanya.

Lima tahun kemudian, usai sudah hukuman penjara RAMA. Di bawah BANGUN, UCO, dan EKA, ANAK buah BANGUN yang setia, RAMA ditarik dan bekerja di dalam dunia mereka dan dihadiahi kehidupan mewah. Sebuah kehidupan yang berbeda ketika ISA masih bersamanya dan masih RAMA impikan.

Ambisi UCO untuk menjadi lebih dari yang BANGUN inginkan untuknya terus membara. BEJO, seorang gangster yang sedang melebarkan sayap dan kekuasannya, mencium kobaran ambisi UCO. Ia berhasi membujuk dan memperalat UCO untuk mewujudkan ambisinya sendiri.

Dengan UCO dapat dikontrol seperti boneka oleh BEJO, kekacauan tidak dapat dielakkan lagi. pembunuhan, pengkhianatan dan korupsi terjadi. UCO kehilangan arah dan termakan oleh keserakahannya, dan meninggalkan RAMA dengan pilihan yang sulit.
Trik Mempercepat Shutdown Windows 7
Apakah Anda mengalami shutdown Windows yang terlalu lama? Berikut ini kami berikan tips mempercepat shutdown Windows pada Windows 7. Trik ini berguna agar shutdown Windows Anda lebih cepat dari biasanya.

Langkah 1
Klik Start lalu ketikkan Regedit. Kemudian Tekan Enter. Registry Editor akan terbuka.


Langkah 2
Klik pada folder HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control




Langkah 3
Pada bagian jendela sebelah kanan akan terlihat file WaitToKillServiceTimeout.

Langkah 4
Berikutnya Anda akan melihat jendela value data yang muncul di layar. Silakan ganti angka 12000 menjadi angka 2000. Kemudian klik OK.



Langkah 5
Masuk ke bagian HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop. 
Pada jendela kanan temukan file WaitToKillAppTimeout. Jika tidak ada, silakan buat secara manual pada jendela yang sama dengan cara klik kanan pada folder desktop tadi – New – String Value kemudian beri nama WaitToKillAppTimeout. Kemudian ganti valuenya dengan angka 2000. Setelah itu tutup regeditnya.
Jika Anda ingin membuat shortcut untuk shutdown pada desktop, caranya adalah dengan klik kanan – New – Shortcut – Ketikkan shutdown.exe –s  -t 00 –f. Setelah itu klik Next – Finish. 

Demikian Trik Mempercepat Shutdown Windows 7, semoga Trik Mempercepat Shutdown Windows 7 berguna untuk Anda.